Huh huh huh #kecapean #ngusapKeringat
Satu mimpi lagi berhasil ketangkep. Setelah gue kejar2 dalam 2 minggu terakhir. Eh nggak deng, dari awal semester 7 sebenarnya gue ngejar nih mimpi, tapi baru ngejar ekstra sekitar 2 mingguan terakhir ini.
Sama seperti mimpi yang gue kejar2 sebelumnya, mimpi ini juga gue lakukan dengan menjerumuskan diri dalam sebuah kubangan lumpur disekitar mimpi ini. Yah, akan selalu ada kubangan lumpur ketika ingin menggapai sebuah mimpi. Semakin besar mimpi yang akan kau gapai, semakin dalam kubangan lumpur yang harus kau lewati #quoteTheDay.
Yap, dalam pengejaran mimpi yang satu ini, gue harus melewati kubangan lumpur kecapean, cape mikir, cape otot, cape gugup, cape nungguin dosen, cape ngejar dosen, cape dimarahin dosen, pokoe semua capek terkumpul. Walaupun gue tau sebenarnya kubangan lumpur pertama ini masih selutut, belum nyampe sedada, ntar kalo udah nge-catch satu mimpi ini bakal ada kubangan lumpur sampe kedada, kelelep juga mungkin.
Tapi seperti pepatah mengatakan, No Pain No Gain, nggak ada rasa sakit, nggak ada juga yang bisa kita capai. Dengan kata lain, bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian. Man jadda wajada, barangsiapa yang bersungguh2, maka dapatlah ia. Man saaro 'aladdarbi washola, barangsiapa yang berjalan di jalannya, maka sampailah ia. Yap kalau memang kubangan lumpur itu yang harus kita lewati tuk menggapai mimpi, maka lewati lah maka nanti akan sampai pada yang kita tuju. Sia2 rasanya berjalan di atas jalan beraspal yang mulus, tapi ternyata arahnya bukan ke tempat yang kita tuju.#apaan? #sokBijak
Gue sadar, gue bukanlah the most clever college student di kampus ini. Ibarat sebuah peta Indonesia, gue hanyalah sebuah kecamatan pahandut yang tidak terlihat jelas di peta itu, tapi sebenarnya gue ada. Tapi kemauan untuk bisa mencapai mimpi itu sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan clever or not seseorang, tapi yang lebih dipentingkan adalah diligent or not seseorang tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar